This is default featured slide 1 title

BEBAL:"FPI"

Kebebalan FPI Banyuwangi yang membubarkan ritual tradisi Sedekah Laut di daerahnya

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 13 Januari 2004

Paket Ngamen Musik Puisi (3)

.. sholatulloh salamulloh / 'ala thoha rosululloh / sholatulloh salamulloh / 'ala yasiin habibillah ..

sorban kyai, sorban kyai
penginan apa piwulang
direnggani rupa rupa
jajan pasar tumenggungan

wayah lingsir, wayah lingsir
simbok bakul sambi petan
tuma siji tuma loro
ginugut padoning donga

donga manjing, donga manjing
panekung wong kaniaya
kencengana talinira
imané santri utama

santritama, kerusu jati
jatingarang soto yaumi
ladi brayat ngakèh seksi
sangu ngadhep mahkamah gusti


Pendar

bila malam terlena
puisi yang terjaga
anak bangsa terhanyut
luruh ditelan kabut
bilamana terlupa
langit keruh jelaga

kemana pendar tlah pergi
siapa menghapus pantai
lampu padam di mimbar sufì
maka nyala adalah kita

bìla malam terlena
puisi yang terjaga
anak bangsa terhanyut
puisi yang terjaga
bilamana terlupa
puisi yang terjaga
pun kala pendar tiada
puisi yang terjaga


GaraGara Petan

urip kuwé sing prasaja
aja mèri karo bandhané wong liya
( sirik.. sirik )
rajabrana sandhang pangan
ora teka yén amung disawang

menungsa kudu éling
urip kuwé diatur karo rasa
(jarèné mbbh beja)
rasa irì rasa dengki
ra ngèlingi sing lanang kerjané apa
ra ngélingi sing lanang bayaré pira

gara gara golek tuma
suwé-suwé ngrasani tangga
( ee, gunané apa)
glenak-glenik kuwé mesthi
bubar pétan dadi perang brantayuda

rumah tangga berantakan
(gara-gara petan)
anak loro ra kathokan
(gara-gara pétan)
bojo minggat nang taiwan
(gara-gara pétan)
maratuwa njaluk sèdan
(maratuwa gemblung)


Sholatullahima'alaika

sholatullahima lahaat kawaakib
'alAkhmad khoirimaa rokibannajaa'ib

menatapi ketinggian
dari tempat yang rendah
kemilau ufuk gemetaran
cahya rembang berpendaran

menyalami kedatangan
dari tempat pergi seharian
tiada sekali kemulyaan lepas
selalu ada saksi di tiap hati

memulyakan persaudaraan
duhai, sekalian tamu kami
jika pun malam bakal menepi
di tengahNya hati


© didokumentasi sebagai materi yang pernah dikemas SRMB dalam ngamen apresiasi di sekolah-sekolah.

Jumat, 02 Mei 2003

Paket Ngamen Musik Puisi (1)

1. AKU
©Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hìlang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi



2. RAKYAT
© Hartoyo Andangjaya

Rakyat ialah kita
jutaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan lalang jadi ladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang logam dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka

Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa dì hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka

Rakyat ialah kita
puisi kaya makna di wajah semesta
di darat
hari yang berkeringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin menyapu kabut
awan menyimpan topan
Rakyat ialah puisi di wajah semesta

Rakyat ìalah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa



3. GERILYA 
©WS.Rendra

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki terguling di jalan

Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki terguling di jalan

Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur mayur di punggung
melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki terguling di jalan

Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki terguling di jalan

Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya.

(dari: Ballada Orang-Orang Tercinta, 1957)

Kamis, 24 Februari 2000

Kikail